Hari pertama di februari

Hujan

Hari ini hujan deras sekali, tanpa jeda ia menjatuhkan rinainya entah sudah kepalang rindu pada bumi atau memang ini perkara cuaca

Hujan

Hari ini hujan deras sekali, meski begitu hariku tetap aku jalani

Tubuhku basah, layaknya rindu aku basah kuyub dibuatnya

Langit sekali lagi begitu sendu, haripun begitu sunyi, begitu kesepian

Diruang kelas temaram itu aku kedinginan, sembari menunggumu membalas pesan hingga aku ketiduran

Aku membelikanmu sesuatu hari ini, hadiah kecil dariku

Bersamanya aku bawa harapan besar yang menuntunku menemuimu

Dirumahmu tak kudapati siapapun, dengan pagar yang digembok itu aku berasumsi mungkin kau sedang tidur

Aku menunggu

Hingga hujan berkali-kali mengguyurku, aku tetap menunggu

Aku memanggilmu, tapi tak ada jawaban

Berkali-kalipun aku menghubungimu, dengan harap dan senang sepenuh dada karena tak sabar untuk memberimu hadiah kecil itu

Tapi, lagi-lagi tiada jawaban

Tapi aku juga tak berhenti mencoba, aku terus menghubungimu

Telepon genggam itu berkata padaku bahwa kau sedang berada pada panggilan yang lain

Aku menunggu saja, sambil terus mencoba menghubungimu lagi dan lagi

Setelah berdering, kau justru tak mengangkat teleponku

Ada apa ini?

Mengapa begini?

Dibawah langit itu, aku masih setia menunggumu meski dengan keadaan yang sudah tak menentu

Hujan bukan saja jatuh dan membasahi tubuhku, ia perlahan menyusup ke hatiku kemudian luruh bersama air mataku

Kau tau bagaimana rasanya di abaikan?

Kau tau bagaimana rasanya mendapat pengabaian?

Itulah yang aku rasakan, sakitnya bukan kepalang

Aku kecewa

Tapi tetap aku gigih menunggumu

Barangkali kau tetap akan membukakan ku pintu, kemudian menyambutku dengan pelukan-pelukan hangat kita

Meski sebelumnya mungkin kau akan mengomeliku sebab tubuhku basah dengan air hujan

Seperti biasa, hal yang selalu aku rindukan

Tapi hari ini, tak ku dapati hal itu

Yang ada justru rasa kecewa

Bersama dengan derasnya hujan, air mataku menyatu mengaliri sepi hari ini

Kuyub sudah aku, penuh kecewa

Akhirnya ku putuskan, sebaiknya aku pulang

Karena menunggu seorang tanpa kepastian juga tak baik, terlebih dengan keadaan yang sudah seperti ini

Mungkin memilih menyayangi diri sendiri itu juga baik, dengan tidak melanjutkan dan memilih pulang

Menyelamatkan diri dari luka yang sudah-sudah

Hadiah kecil itu turut serta pulang bersamaku, bersama sebongkah kecewa yang aku titipkan pada rinai hujan hari ini

Barangkali ia mau membawanya pergi, sebab aku tak mau kecewa itu terus-terusan ada disini

Aku memupuk harap lagi dihati, barangkali dilain hari aku dapat menemuimu

Membawa hadiah kecil ini padamu

Aku akan tetap menunggu~

Iklan

Masih tentang kamu

Aku suka semua tentang kamu

Dari awal bertemu, aku suka banyak hal perihalmu

Caramu berbicara, caramu mendengarkan, caramu menasehati atas segala cerita-ceritaku hari itu pun juga hari ini

Aku suka kala kamu mulai mengoceh, bercanda atau sesekali berbuat usil pada siapa saja temanmu

satu hal yang tak bisa buat aku berhenti untuk tertawa

Kau begitu lucu, dan aku suka

Semua yang ada pada dirimu aku suka, segenap-genapnya

Kau begitu berbeda, hal ini juga yang sangat ku sukai darimu

Kau berbeda, kau begitu menarik, begitu memikat dengan segala yang ada pada dirimu

Jujur saja bagiku tak ada satupun kekurangan yang aku dapati pada dirimu, tak ada sama sekali

Dimataku, kau seorang yang paling sempurna yang aku miliki bahkan seharusnya kata ‘sempurna’ ini iri padamu

Karena kau bahkan lebih-lebih sempurna dari padanya

Sejatinya kau tak terdeskripsikan, aku begitu menyukai semua hal yang ada pada dirimu tanpa terkecuali

Kau itu unik, mau sampai kebelahan dunia manapun takkan pernah ku jumpai sosok yang akan menyamai dirimu

takkan pernah

Sebab kau begitu berbeda, begitu menarik, ah tak terdeskripsikan rasanya sampai aku bingung mau berkata apa ataupun menulis sesuatu yang mungkin cocok untuk menceritakan perihal sosokmu

Kau begitu indah, sangat indah juga mempesona

Entah harus aku jelaskan bagaimana, kata-kata itu bahkan kalah dari yang dirimu punyai

Aku suka wangi tubuhmu, selalu menenangkan

satu hal yang buat aku betah berlama-lama memelukmu, menciumi-mu

begitu mempesona lebih-lebih dari apapun rasanya

Aku suka caramu memeluk, ini juga begitu menenangkan

ah tak ingin ku lepas meski sedetik, begitu membuatku candu untuk terus berlama-lama memelukmu

Aku suka caramu mengusap kepalaku, menepuk-nepuk kepalaku, menciumi seluruh wajahku

Terutama kala kita sedang sedikit diusik badai, tepukkan lembut di kepala itu begitu aku sukai beserta pelukan dan belaian sayang setelahnya

Segala gambaran dan asumsi-asumsi buruk dalam kepalaku rasanya langsung luruh seketika, hilang tanpa sisa

Sebab hal itu begitu menenangkan rasanya, seakan kau berkata

‘Semua pasti baik-baik saja’

Aku suka semua-nya, suka sekali

Akupun suka memandangi wajahmu, mengusap-usap kepalamu, membelai pipimu, menciumi seluruh wajahmu tanpa terkecuali

Aku sangat begitu suka sekali

Aku suka caramu tertawa lepas, caramu mengejekku, caramu membuatku kesal, caramu mengusili ku

Aku suka sekali

Aku suka kala kamu cemberut, bahkan kala kau marahpun aku suka

bukan berarti aku suka kau marah-marah atau aku suka membuatmu marah, bukan itu sayangku

maksudku,

aku suka ekspresi wajahmu kala itu, begitu mempesona rasanya ingin langsung ku ciumi saja

Aku suka alis tebalmu, begitu rapi, begitu tegas

Aku suka mata hitam legam milikmu itu, seperti pertama selalu buat aku terbuai karena pesonanya

Aku suka senyumanmu, bukan hanya manis tapi juga begitu meneduhkan

Aku suka lentiknya bulu matamu, yang mungkin akan membuat iri para wanita namun aku suka sekali

Aku suka bibirmu yang begitu merona, begitu seksi begitu menggoda

sangat-sangat mempesona

Aku suka hidungmu, hal yang selalu menimbulkan hasrat untuk ku gigiti

namun nanti sakit, akhirnya ku ciumi saja

Ah aku suka semua yang ada pada dirimu tanpa terkecuali

semuanya, bahkan jika ku sebutkan satu persatu mungkin ini akan jadi tulisan paling panjang yang aku miliki

namun aku lebih suka menyimpannya sendiri, untuk ku kagumi, untuk aku nikmati sendiri

Kau begitu rupawan, begitu menawan, begitu mempesona

tak terdeskripsikan, kau lebih-lebih dari segalanya

Bukan aku menganggap pemilik semesta kalah atas dirimu

justru sebaliknya, aku begitu bersyukur

atas ijin-Nya, atas semua-Nya

ia telah menciptakan sosok sebaik dirimu; yang begitu aku kagumi, bagitu aku cintai

Aku jatuh cinta pada semua hal yang ada pada dirimu

Aku jatuh cinta pada semua kebaikan-kebaikanmu yang terberi untukku

Bahkan meskipun sesekali marahmu melagu sebab ulahku, kau tetap mampu buat aku begitu mencintai dirimu

Bahkan jika kau merasa atau ada yang menganggapmu kurang, aku akan tetap mencintaimu segenap-genapnya dirimu

jikapun ada kurang itu, bagiku itu adalah suatu keniscayaan

Sebab dimataku bahkan menurut semua organ dalam tubuhku, kau itu begitu sempurna

Kurangmu adalah kesempurnaanmu

Dan aku sangat menyukai itu

Jika mereka menganggapku gila, aku tak perduli

Nyatanya mencintaimu memang tak bisa sewaras itu

Kau begitu mengangumkan, dan aku sangat mencintaimu

Begitu mencintaimu segenap-genapnya dirimu

Aku suka caramu berjalan, ingin sekali ku genggam erat tanganmu kala itu

takut nanti ada yang mencurimu dariku, jangan sampai

Aku suka caramu berpakaian

Aku suka caramu menyisir rambut bahkan dengan tangan sekalipun, aku begitu menyukaimu

Aku suka caramu memaki topi

Aku suka caramu memilih baju

Aku suka caramu memakai parfum

Aku suka wangi-wangi parfum pilihanmu, namun aku lebih suka wangi natural tubuhmu

Aku suka ketika kau tidur

Aku suka ketika kau belum mandi

Aku suka ketika kau berkeringat

Sebab saat itu kau begitu rupawan, dan wangi tubuhmu begitu menenangkan

Ah, aku sukai segala hal tentang dirimu

Hal yang buat aku jatuh cinta selalu dan selalu, segenap-genapnya kamu aku cintai

Juga hal yang selalu buat aku rindu

Aku pun sangat menyayangi semuamu

maka dari itu aku ingin sekali menjaga apapun yang ada pada dirimu, takkan pernah kubiarkan satupun hal mengusik dirimu

Senantiasa apapun yang kau punyai, segala hal yang ada pada kamu, segenap-genapnya akan selalu aku jaga

Ini juga sebagai syukurku kepada pemilik semesta, sebab telah menciptakan kamu

juga bentuk kasih sayangku pada Ayah juga Ibumu, karena telah melahirkan, membesarkan, mendidik putra mereka ini; kamu, dengan sebegitu baiknya

Terima kasih, aku akan terus berusaha bagaimanapun caranya untuk dan agar selalu dapat dan terus mampu menjaga kamu sekuat-kuatnya, segenap-genapnya

Semoga pemilik semesta ini berkenan mengabulkan doa-doaku, perihal segala kebaikan untukmu pun jua tentang aku yang ingin selalu menjadi seseorang yang kan terus membersamaimu

Jadi pendamping hidupmu, selalu

Aku begitu mencintaimu, kekasihku

Lelaki-ku, sosok hebat yang aku punya

yang tiada duanya, tiada gantinya, tiada sesiapapun yang dapat menyamainya

Ya kamu, kekasihku

Kesayanganku, selalu

Semoga Tuhan selalu menjagamu, semoga segala kebaikan terus terberi untukmu, semoga kau diberi sehat selalu, semoga kau dijauhkan dari segala sakit pun marabahaya, semoga kau selalu dalam lindungan-Nya

Aamiin Allahumma Aamiin

Semoga segenap doa-doa baik untukmu ini segera terijabah, Aamin ya Allah

lepas dari itu, aku takkan pernah sekalipun berhenti mendoakanmu

Aku mencintaimu segenap-genapnya kamu, segenap-genap doa-doa baikku untukmu

Terima kasih kekasihku, aku menyayangimu selalu~

Cerita

Hari ini langit begitu muram

fajar tak semerona biasanya

pagiku, begitu sendu

rinai hujan terus saja melagu

memeluk utuh tubuh bumi mungkin karena sudah terlampau rindu

padahal hari ini aku berharap langit-ku cerah, sendunya cuaca tambah buat gundah saja

dingin yang menusuk, jilbab putih lusuh ini basah

rinai hujan terlalu setia mengusiknya

hari ini begitu sunyi, selayaknya sukma-ku yang begitu sepi

kesepian sekali

padahal biasanya ia sibuk berceloteh ini itu sembari bersenang ria menyambut hari

kebiasaanku

beberapa kawan bahkan heran, ada apa? mengapa terlalu banyak diam

padahal aku seorang yang tak pernah bisa diam, iya kan?

mulutku bungkam, merebahkan kepala diatas meja menjadi pilihan

perlahan air mata luruh menyapa pipi yang pucat pasi sebab kurang tidur malam tadi

setelah segala resah reda, aku punya satu rencana

datang menemuimu hari ini

namun melihat situasi kita, aku urung

takut malah akan memperburuk suasana

kemudian atas rasa kecewa pada diri sendiri, main hujan jadi pilihan

jangan marah, anggap saja ini hukuman untuk diriku

tetapi ini menyenangkan, sebab kau suka hujan bukan?

bermain ria bersamanya seperti sedang bersenda gurau bersamamu, meski tak secara langsung

meski juga ku tau, kalau kau sampai tau

marahmu pasti melagu

namun sekali saja, kali ini aku tak bisa menemuimu

biarkan hujan jadi penenang rindu

di jalan panjang menuju pulang

sekali lagi, perasaan untuk segera menujumu makin erat mengikat

menarikku sambil berteriak

‘Ayolah, kita sudah terlalu rindu. begitu sangat rindu’

kata kalbu-ku

namun bagaimana, pikirku cemas

‘situasi kita sedang tidak baik, nanti malah tambah memperkeruh suasana’

kata pikiranku, lebih-lebih ketakutanku

akhirnya pulang pada pelukmu harus menunggu

denyutan dikepala ini memaksa-ku harus segera kerumah menemui bantal dan bercerita padanya

padahal padamu aku ingin bercerita

setelah segala resah, gundah, gelisah yang menciptakan lelah yang tak seharusnya ada

aku ketiduran

dan petang tadi ku jumpai mimpi indah tentang kita,yang paling jarang datang menemuiku kala bahagia

namun entah kenapa disaat sedang terluka

ia justru ramai berkunjung ke kepala

‘berkata bahwa semua akan baik-baik saja’

harap yang turut aku amini meski hanya seberkas mimpi

yang tak mau aku sudahi, sebab apa?

dimimpi itu aku sedang rebah dalam pelukmu, seperti waktu itu

rasa rindu yang membangunkan ku

mengecek, apakah sudah ada balas pesanmu?

ku pikir tak ada, nyata ada

meski hanya sebuah tanya singkat

senangku luar biasa riuhnya

setidaknya ini menyatakan bahwa kita masih baik-baik saja—meski tak sebegitu baik

sikapmu sedikit berubah dingin, lebih dingin dari cuaca malam sepekan ini

hampir saja aku beku, tapi tetap luruhmu ku tunggu

mungkin ini sedikit hukuman bagiku, siapa suru berulah

tak banyak menanggapi bukan berarti tak lagi peduli-kan?

semoga saja

ingin sekali aku berucap rindu, namun aku urung

malu saja; canggung

terlampau bingung, harus mulai dari mana dulu

padahal sudah sangat rindu

tak apalah, siapa suru berulah

tapi semoga dihari esok kita membaik

benar-benar kembali baik, harapku

jujur saja sikap dinginmu itu mengesalkan

ditambah emoticon senyum sialan itu—eh maaf, tidak bermaksud

seperti sedang mengejek

padahal itu emoticon-nya senyum, ada-ada saja

kolom chat kita terlalu sepi kali ini

ah tidak, rasanya sudah dari kemarin-kemarin hari

ramai saat kondisi sedang tak damai saja, mengesalkan

tapi tak apa, hanya chat

bukan hal serius untuk ditanggapi lebih, meski itu kelakuanku selalu

bingung, tulisan ini sebenarnya apa

entahlah, aku pun tak paham

tapi biarkan saja

sudah larut, kalau dilanjut malah akan mengesalkanmu

bersambung bak ala-ala sinetron masa kini pun tak mungkin

atau selesai layaknya cerita rakyat nusantara juga tak perlu

ku tutup saja

selamat malam, sehatlah selalu

peluk hangat, semoga lekas luruh bekumu~

Kita yang tak utuh, luka dan aku

Ratusan hari sudah kita sama lalui, bersama merangkai bahagia meski beberapa kali kita harus dengan terpaksa tersungkur penuh luka

Siklus itu berulang, begitu terus begitu, bahagia, terluka, bahagia lagi, terluka lagi

Penyebabnya aku, korbannya kau. itu pasti, sesuatu yang tak bisa ditafik-kan siapapun

Jika ada yang salah dari kita, itu pasti karena aku. jika ada bahagia yang tercipta, itu karenamu

Ratusan hari telah berlalu, padamu yang kuciptakan hanyalah luka-luka baru

Membiru, bersama ratusan rasa sakit yang menghujam dirimu. sebab siapa? aku

Ego-ku terlalu besar, kepalaku terlalu batu, sikap-ku terlampau aneh. selalu dan selalu menyakitimu

Maaf, atas segala duka yang aku sebab kan. mungkin memang kita seharusnya sudah tidak bisa lagi sejalan

Melukaimu yang aku bisa, sedang menyenangkan hatimu saja aku tak mampu. bagaimana bisa aku berjanji membahagiakanmu?

Maaf

Hanya itu kan yang aku mampu, berucap maaf berulang kali seakan salah itu hanya bisa ditebus dengan kata maaf

Tapi apa? berubah pun aku tak bisa

Setelah maaf yang beribu-ribu, ku ulangi lagi siklus itu. melukaimu

Aku terlalu aneh, sikapku yang bahkan diri ini sendiri tak paham apa mau-ku sebenarnya

Terlampau batu, yang selalu saja menggoreskan lara baru di hatimu

Maaf

Lagi-lagi kata itu, basi kan? sebab kau tau, percuma; ujung-ujungnya aku berulah sama lagi

Bukan tak mau berubah, bukan tak mau menghilangkan segala hal yang tak kau sukai ini

Aku saja yang tak tau bagaimana caranya, pikiran yang tak pernah mau berteman dengan hati

Selalu dan selalu menciptakan bayang-bayang buruk tentangmu, firasat-firasat yang sebenarnya ciptaanku sendiri

Haha

Bodoh memang

Logika dan hati sama bodohnya, tak pernah ku tau apa mau mereka

Menciptakan hal-hal menakutkan di kepala, mendatangkan sakit didada

Ulah siapa? aku, diriku sendiri

Overthingking yang ku benci ini, yang juga tak kau sukai

Mungkin jika ada yang harus pergi dari kita, sepantasnya itu aku

Seorang yang terus saja menyakitimu

Demi bahagiamu, sekali lagi aku akan melepasmu

Meski dengan segenap hati, sungguh aku tak mau

Namun, kau tak bisa terus-terusan bersamaku

Yang akan kau dapati hanyalah luka, duka dan nestapa

Tak ada bahagia yang bisa aku janjikan padamu disini, ataupun mampu aku beri

Kau akan terus terluka, kau tau itu

Segala tentangku hanya akan terus menyakitimu, dan aku tak bisa terus-terusan memintamu disini walaupun aku mau

Tak bisa, yang ada justru luka baru yang tercipta

Aku manusia bodoh, menyadari salahnya tapi tak pernah bisa sekalipun memperbaiki

Sifat kekanak-kanakan yang aku sendiri pun benci

Terima kasih telah mencintaiku setabah ini, mungkin ini saatnya kau raih bahagiamu ditempat lain

Yang lebih pasti kau kan bahagia disana

Bersamalah dengan sesiapapun yang kau mau, genapkan bahagiamu, dan tetaplah bahagia selalu

Sebab aku tak bisa membahagiakanmu dengan baik

Mungkin setelah ini akan ada sosok baik yang kan lebih mampu membahagiakanmu dari aku, yang lebih mampu menyenangkan hatimu, membuat baik selalu harimu

Yang jauh lebih mampu mengobati luka-luka mu dihari lalu

Berbiasalah, berbahagialah

Aku utuh melepasmu, sehat selalu

Semoga segera kau jumpai bahagiamu, ILYA~

CMM

Ruang Sendiri

Berbicara tentang sendiri, mungkin sesekali kita butuh ruang. ruang untuk diri kita sendiri, menepi dari riuh ramainya kota, mencari suaka nyaman untuk sekedar duduk dan bercerita. membahas tentang hari juga rencana-rencana yang tertunda, harapan-harapan juga cita yang belum kesampaian yang mungkin masih ingin kau perjuangkan, dengan adanya ruang kau bisa bicarakan kembali dengan dirimu

Sesekali kita memang perlu, membahas ini itu dengan diri kita sendiri, ia pun perlu kau ajak berbagi dan bercerita, perlu kau ajak bersenda, tertawa atau bahkan berkeluh kesah. dirimu pun mungkin butuh kau dengarkan, perihal lelah juga letihnya, perihal sakit juga sedihnya, perihal mimpi-mimpi yang ingin dirimu raih, dan harapan-harapan juga cinta yang dirimu rasakan

Dirimu juga butuh itu, meski dalam satu raga yang sama kadang pada beberapa hal apa yang dirimu inginkan bertentangan dengan apa yang kau justru lakukan. maka dari itu sesekali coba dengarkan dirimu, kau butuh waktu sendiri dengannya, ruang sendiri untuk kau berbagi, tempat menyenangkan yang hanya untuk kau dan dirimu tempati

Ruang sendiri juga perlu untuk dirimu dan dirinya, bukan berarti saling menjauhi atau mengasingkan diri bukan itu maksudku. ruang sendiri kita sama butuhkan, setidaknya agar kau dan aku sama-sama punya kesempatan untuk saling merindukan

Dengan adanya ruang sendiri kau dan aku bisa sama-sama membagi waktu untuk diri kita sendiri, agar kau dan aku juga bisa tau seberapa kita saling membutuhkan, seberapa kita sama merindukan sebab rindu itu baik untuk kita agar tau seberapa dalam rasa yang kita punya

Ruang sendiri juga kita butuhkan, agar kita tau rasanya sepi, agar sepi bisa kita hargai. mungkin akan ada yang berbeda setelahnya, akan ada hal-hal yang lain dari biasanya dan kau takkan menyadari hal ini tetapi ini juga baik agar kita tau seberapa besar rasa yang kita punya dan karena itu kita butuh ruang, ruang untuk diri kita sendiri

Ciptakan momen menyenangkan dengan dirimu, perihal rindu, perihal cinta juga cita-cita, harapan-harapan baru pun harapan lama yang ingin kau bangunkan lagi

Hal ini baik, agar kau mengerti, agar kau pahami tentang hidupmu sendiri dengan lebih baik lagi, agar kaupun bisa tau sebenarnya apa yang benar-benar kau ingini, mimpi apa yang benar ingin kau wujudkan, cita-cita apa yang benar ingin kau raih, dan kaupun bisa tau usaha apa yang benar dan mampu kau lakukan untuk merealisasikan keinginan-keinginanmu itu

Hidup ini begitu menyenangkan jika kau sekali lagi mampu menghargai dirimu dan terlebih menyediakan waktu untuk dirimu sendiri.

Jadi sudahkah kau punya ruang untuk dirimu?

Selamat mencari, selamat menciptakan ruangmu. selamat berdiskusi~

Kita dan Kata

Ada beberapa hal yang tak aku mengerti, semakin hari sikapmu kian berbeda, kau tak lagi sama, tak jarang kau juga tak lagi mendengarkanku, khawatirku seperti tak berarti apa-apa bagimu, kepedulianku perlahan mulai kau abaikan

Entah apa yang terjadi pada kita, semakin hari rasanya kita semakin berbeda. semakin jauh saja, padahal seharusnya tak begini

Kau lain, kau mulai tampak asing, kau berbeda, seperti bukan kamu ku lagi

Entah apa yang terjadi pada kita, sekali lagi aku tak mengerti mengapa begini, jika memang ada hal yang salah dariku katakan, marah jika harus namun tolonglah jangan begini

Diammu menyisakan resah di hati, kau semakin dingin dan mulai tak tersentuh. entah apa yang membuatmu begini

Kalau aku salah, katakan

Katakan bila mana ada hal-hal yang tak kau sukai dari aku, hal-hal yang buat kau kesal padaku, pun jika ada yang ingin kau katakan, ungkapkan semuanya dan marah jika perlu. namun jangan begini, jangan diam, jangan berubah kemudian hilang. jangan

Apa mungkin rasamu berubah? atau ini perasaanku saja

Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan, ada banyak hal yang ingin pula aku ungkapkan namun lagi-lagi sebab caramu merespon, caramu berbicara padaku yang tak lagi sama akhirnya aku harus lagi-lagi mengurungkan niat padahal banyak sekali cerita yang ingin ku bagi denganmu, mungkin beberapa hal dari itu tak perlu namun bagiku kau duniaku teman berbagi dalam hal apapun tetapi perubahan-perubahan ini membuatku harus kembali diam, memendam segala hal yang ingin aku sampaikan

Tapi tak apa, meskipun begitu peduliku takkan berubah, rasaku pun kan tetap sama, meski nanti akan ada hal-hal yang tak kita duga kan terjadi, bahagia ataupun terluka aku takkan merubah apapun perihal kita, rasaku kan tetap sama, peduliku takkan hilang, dan doa-doaku akan tetap selalu membersamaimu kapanpun dan dimanapun selalu kan bersamamu

Tetaplah sehat selalu, jaga dirimu, doaku bersamamu. dan maaf atas segala hal yang membuatmu marah, atas niat baikku yang mungkin kau pandang salah, atas khawatirku yang berlebih, atas ucapan selamat yang itu-itu saja, cemburuku yang selalu bahkan pada hal sepele, ucapan rindu yang terus-terusan ku katakan, juga atas doa-doa yang terus berulang mungkin beberapa kali dirimu bosan membacanya pun mendengarkannya namun ketahuilah inginku hanya yang terbaik untukmu

Mengulang-ulang doa baik untukmu adalah kebiasaanku, hal-hal yang tak bisa aku hilangkan, yang tak pernah selesai aku doakan, agar segera terkabulkan. harapku hanya itu

Mungkin kau sedang lelah, mungkin ada hal-hal yang tak aku mengerti perihalmu, dan hal lainnya yang tak aku tau namun lagi-lagi aku yang terlalu berlebihan menyikapi sesuatu

Maaf atas salah yang selalu aku perbuat, keras kepalaku, aku mungkin begitu egois dalam hal mencintaimu, kadang aku suka semauku saja semisal aku yang selalu ingin dekat denganmu padahal sudah berjanji untuk mengurangi temu kita dahulu. mungkin beberapa kali kau kesal perihal ini dan aku tau maksudmu baik, namun tetap saja aku yang keras kepala ini begitu keras kepala dan selalu ingin dekat denganmu

Maafkan aku. Aku mencintaimu segenap doa-doa baikku untukmu

Maaf jika aku berlebih perihal ini, tapi sekali lagi aku hanya inginkan segala hal baik untukmu pun juga takut kau hilang dari ku, dari jangkauanku

Tetaplah jadi rumah atas segala pulangku, penenang atas segala cemasku, peluk atas segala sedihku, kau segenap doa-doa baikku

Aku mencintaimu selalu~

Pesan untuk Dewi

Jangan terlalu menuntut banyak hal, sebab tidak semua harus sesuai inginmu. Ingat dia kekasihmu bukan pesuruhmu, bukan bawahanmu yang apapun kau mau harus dituruti dan dilakukan. Sesekali tak apa, asal dalam hal yang baik misalnya untuk kesehatannya, selebihnya biarkan ia tetap jadi dirinya sendiri

Cukup temani dia dalam bahagia maupun terluka, tetap selalu ada bersamanya dalam sehat maupun sakitnya, dan jangan lupa tetap doakan hal-hal terbaik untuknya

Kekasihmu itu orang hebat, jangan kungkung dia hanya karena egomu yang kuat

Kekasihmu itu seorang yang punya mimpi besar, tetap temani ia dalam jatuh bangunnya jangan sekalipun tinggalkan

Doakan segala mimpi dan cita-cita mulianya, doakan segala hal baik untuknya sebab kebaikannya. Seperti yang selalu kau katakan setiap hal baik dari kekasihmu adalah sumber bahagiamu

Meskipun suatu hari nanti ada kemungkinan saat mimpi itu tercapai kau bukanlah seorang yang menemaninya di titik final setidaknya dalam setiap proses dan progres itu kau pernah ada, mendoakan, memapah, menyemangati dan tak pernah meninggalkan hingga kemudian Tuhan memisahkan

Namun tenang, jangan bersedih sebab hal itu. Seperti kata seorang kawanku

Karena mengamini mimpi orang lain tak membuatmu berdosa hanya jangan lupa, menjadikannya nyata butuh mau dan usaha. ~blueismycolour

Dan biarkan semesta bekerja sesuai skenario-Nya. Tetap jadi yang terbaik untuk lelaki hebatmu kawanku

Salam hangat, selamat menuju minggu~